<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Pilihan Nchiek's</title>
	<atom:link href="http://nchiek.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nchiek.wordpress.com</link>
	<description>Mudah mudahan bermanfaat.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Oct 2007 15:00:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nchiek.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Pilihan Nchiek's</title>
		<link>http://nchiek.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nchiek.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Pilihan Nchiek&#039;s" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nchiek.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berpuasa Sambil Memecah Batu Demi Baju Lebaran</title>
		<link>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/14/berpuasa-sambil-memecah-batu-demi-baju-lebaran/</link>
		<comments>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/14/berpuasa-sambil-memecah-batu-demi-baju-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 10:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchiek</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari milis sebelah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchiek.wordpress.com/2007/10/14/berpuasa-sambil-memecah-batu-demi-baju-lebaran/</guid>
		<description><![CDATA[artikel dari antara 04/10/07 04/10/07 13:27 Oleh Imam Hanafi Kotabaru (ANTARA News) &#8211; Begitu Hendra (11) kembali bergegas ke gubug untuk sekadar mengurangi terpaan sinar matahari yang membakar tubuhnya, ayahnya yang bergelantungan di atasnya berteriak agar si bocah jangan terlalu sering beristirahat. Hendra pun, seperti yang dilakukan puluhan bocah lainnya di kawasan itu, kembali memukulkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=10&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="pcprt"> artikel dari antara 04/10/07</p>
<p class="pcprt"><strong>04/10/07 13:27</strong></p>
<p class="by">Oleh Imam Hanafi</p>
<p>Kotabaru (ANTARA News) &#8211; Begitu Hendra (11) kembali bergegas ke gubug untuk sekadar mengurangi terpaan sinar matahari yang membakar tubuhnya, ayahnya yang bergelantungan di atasnya berteriak agar si bocah jangan terlalu sering beristirahat.</p>
<p>Hendra pun, seperti yang dilakukan puluhan bocah lainnya di kawasan itu, kembali memukulkan palunya ke bongkahan batu yang dilontarkan ayahnya, agar batu-batu itu menjadi bongkahan kecil (split).</p>
<p>Wajah anak-anak usia sekolah dasar di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, itu pun makin memerah menerima paparan mentari. Keringat terus bercucuran mengimbangi alunan palu yang dihantamkan anak-anak itu ke batu.</p>
<p>Dahaga mereka pasti tak terperi, karena mereka mengaku tetap berpuasa selagi membantu orang tua masing-masing mengumpulkan split. Batu-batu itulah sumber pendapatan mereka.</p>
<p>Hendra, siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gedambaan, mengaku tiap pagi buta sejak awal puasa bersama saudara-saudaranya menyiapkan peralatan berupa palu, sekop, dan linggis untuk memecah batu.</p>
<p>Sekitar pukul 06.00 WITa, Hendra yang berbadan kecil itu bersama ayahnya Nikir (65), berangkat ke sebuah bukit yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.</p>
<p>Di kawasan perbukitan yang penuh dengan lubang-lubang besar akibat terus diambil batunya tersebut, Hendra berjumpa dengan kawan sebanyanya yang juga turut membantu orangtua masing-masing.</p>
<p>Sesampainya di lokasi penambagan batu, masing-masing keluarga membangun gubug kecil sekadar untuk bernaung dari terik matahari. Gubug yang mereka bangun diatapi daun rumbia dan tiangnya terbuat dari balok-balok kecil yang diperoleh dari sekitar.</p>
<p>Di gubug itulah mereka bernaung sementara, menyimpan pakaian ganti.</p>
<p>Setelah itu, para orang tua naik ke perbukitan sambil membawa linggis dan sekop untuk membongkar bebatuan pada tebing-tebing terjal.</p>
<p>Agar bisa menyungkil bongkahan batu, Nikir dan orang dewasa lainnya, mendaki setinggi 15 meter dan mengaitkan pinggangnya ke seutas tali yang ujung lainnya telah diikatkan pada sebuah pohon di atas bukit.</p>
<p>Sambil bergelantungan, para penambang batu itu melepaskan bongkahan batu agar terpisah dari bukit dan menggelinding ke dasar bukit.</p>
<p>Di sana, anak-anak mereka siap melanjutkannya dengan memalu batu-batu itu hingga menjadi split. Split-split itu kemudian mereka kumpulkan di tanah lapang, mengantisipati bila para pembeli datang.</p>
<p>&#8220;Meskipun sudah dibantu anak-anak, kami tetap tidak dapat mengumpulkan satu ret batu split sehari,&#8221; kata Acong (40) orang tua dari Muhammad (11), siswa kelas V SDN Gedambaan.</p>
<p>Satu ret setara dengan 3,5 meter kubik yang dijual seharga Rp65 ribu.</p>
<p>Biasanya, para orang dewasa sajalah yang mengerjakan semua proses pengumpulan split itu, karena anak-anak mereka bersekolah.</p>
<p>Sedangkan pada bulan puasa ini, ketika anak-anak libur sekolah, mereka berharap mendapatkan pendapatan lebih banyak dibanding hari biasa dengan mendapat bantuan tenaga.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya tidak tega mengajak mereka bekerja, tetapi bagaimana lagi kami tidak punya harapan lain untuk membantu mencari uang untuk keperluan lebaran,&#8221; kata Acong.</p>
<p>Selain Muhammad dan Hendra, di wilayah itu masih terdapat puluhan anak nelayan yang mengisi masa liburan puasa ini dengan membantu orangtuanya menjadi pemecah batu.</p>
<p>Sama (61), nelayan asal Sarang Tiung, mengaku terpaksa melibatkan Hadijah (12) anaknya, membantu memecahkan batu split untuk dijual kepada pengumpul seharga Rp65 ribu per ret.</p>
<p>&#8220;Kalau nggak dibantu, satu ret baru selesai tiga sampai empat hari. Tetapi sekarang ini dua hari sudah dapat satu ret, lumayan dapat menutupi kekurangan di rumah,&#8221; ujar Sama, seraya mengatakan, menjelang lebaran ini kebutuhan rumah tangganya semakin meningkat.</p>
<p>Hadijah yang memakai baju lengan panjang dengan tutup kepala sehelai kain batik hanya tersenyum saat ditanya kegiatannya mengisi masa liburan sekolah selain membantu memecah batu.</p>
<p>Begitu juga dengan Santi (10) dan Mia (13). Kedua murid SDN Sarang Tiung tersebut sejak awal liburan, waktunya dihabiskan untuk membantu orangtuanya menjadi pemecah batu.</p>
<p>&#8220;Lumayan, untuk mendapatkan ret-retan bisa lebih cepat, mumpung musimnya banyak proyek bangunan butuh split banyak,&#8221; kata Mulyadi (35), sambil membersihkan darah di kakinya karena tertimpa batu.</p>
<p>Memprihatinkan</p>
<p>Azhar (48), pengumpul sekaligus pemilik gunung, mengaku sangat prihatin melihat nasib anak-anak yang dipaksakan membantu para orangtuanya tersebut.</p>
<p>&#8220;Habis tidak ada lagi keluarga lain yang diharapkan dapat membantu mencari nafkah, terlebih kondisi para nelayan saat ini sudah sulit karena lama tidak melaut,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengaku sedang mencari pengusaha yang sanggup menanamkan modalnya untuk membeli mesin pemecah batu, agar anak-anak tidak dilibatkan dan pekerja dapat meningkatkan penghasilannya.</p>
<p>&#8220;Dengan cara manual, rata-rata produksi batu split per hari sekitar 30 ret, tetapi dengan mesin kraser dapat ditingkatkan hingga ratusan ret per hari,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kotabaru, Saidi Noor, mengaku segera melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang memperkerjakan anak-anak di bawah umur.</p>
<p>&#8220;Karena hal itu melanggar undang-undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta aturan ketenagakerjaan,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun, kata Saidi, pihaknya juga masih mempertimbangkan kondisi orangtua mereka yang sangat terbatas yang mengharuskan anak-anaknya ikut terlibat mencari nafkah.</p>
<p>&#8220;Kalau kita melarang mereka turut bekerja, lantas apa yang bisa kita perbuat untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya. Berbeda dengan karyawan tetap pada perusahaan, mungkin kita bisa melakukan penertiban sesuai aturan yang berlaku jika mereka memperkerjakan karyawan di bawah umur,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sejak harga bahan bakar melonjak, menjadi kebiasaan bagi anak-anak nelayan di pesisir utara Pulau Laut Kotabaru memanfaatkan musim liburan panjang sekolah untuk membantu menjadi pemecah batu di pegunungan Gedambaan.</p>
<p>Pada liburan selama bulan Ramadhan 1428 H, anak-anak pesisir di Kotabaru itu tampak lebih bersemangat, walau kelelahan bertambah karena sedang berpuasa, sehingga mau tidak mau harus mencuri-curi kesempatan untuk berteduh di bawah gubug sejenak.</p>
<p>Hendra juga mengaku sangat lelah akibat memalu batu, karena dia juga  sedang berpuasa.<br />
Tetapi, katanya, dengan jalan seperti itu lah orangtuanya bisa memperoleh uang, sehingga setidaknya masih ada baju baru untuk lebaran yang bakal diperolehnya. (*)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchiek.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchiek.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchiek.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchiek.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchiek.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchiek.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchiek.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchiek.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchiek.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchiek.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchiek.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchiek.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchiek.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchiek.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchiek.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchiek.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=10&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/14/berpuasa-sambil-memecah-batu-demi-baju-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ae75a2044345309bdf2504674ef6826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchiek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga sebuah Kue &#8211; harga sebuah integritas</title>
		<link>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/13/harga-sebuah-kue-harga-sebuah-integritas/</link>
		<comments>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/13/harga-sebuah-kue-harga-sebuah-integritas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Oct 2007 12:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchiek</dc:creator>
				<category><![CDATA[dari milis sebelah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchiek.wordpress.com/2007/10/13/harga-sebuah-kue-harga-sebuah-integritas/</guid>
		<description><![CDATA[Intermezzo :Harga sebuah Kue &#8211; harga sebuah integritas &#160; &#160; Intermezzo Berbuka dari Millist sebelah: Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke Jakarta . Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=9&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-decoration:underline;" class="subject root grey"><span style="font-weight:bold;">Intermezzo :Harga sebuah Kue &#8211; harga sebuah integritas</span></p>
<p class="msgarea">&nbsp;</p>
<p class="Section1">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><font color="navy" face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;">Intermezzo Berbuka dari Millist sebelah:</span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font color="navy" face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size:12pt;">Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;" class="yshortcuts">Jakarta</span> . Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">&#8220;Abang mau beli kue?&#8221; Katanya sambil tersenyum. Tangannya <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;" class="yshortcuts">segera</span> menyelak daun pisang yang  menjadi penutup bakul kue jajanannya. </font><span>&#8220;Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan,&#8221; jawab saya ringkas. dia berlalu.</span></p>
<p>Begitu pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Lebih kurang 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.</p>
<p>&#8220;Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?&#8221; tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya.</p>
<p>&#8220;Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih,&#8221; kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, &#8220;Tak mau beli kue saya Bang, Pak&#8230; Kakak atau Ibu.&#8221; Molek budi bahasanya.</p>
<p>Pemilik restoran itupun tak melarang dia keluar masuk restorannya menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.</p>
<p>Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan kaca jendela. Membalas senyumannya.</p>
<p>&#8220;Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlukan kue saya untuk adik- adik, Ibu atau Ayah abang,&#8221; katanya sopan sekali sambil tersenyum.</p>
<p>Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.</p>
<p>Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya. &#8220;Ambil ini Dik! Abang sedekah&#8230; Tak usah Abang beli  kue itu.&#8221; Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;" class="yshortcuts">lima</span><br />
deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.</p>
<p>Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000 ,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya. Saya terkejut, saya hentikan mobil, memanggil anak itu. &#8220;Kenapa Bang, mau beli kue kah?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan ke Adik!&#8221; kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.</p>
<p>&#8220;Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat Bang!&#8221; katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya  berapa harga semua kue dalam bakul itu.</p>
<p>&#8220;Abang mau beli semua kah?&#8221; dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata. &#8220;Rp 25.000,- saja Bang&#8230;.&#8221; Selepas dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp   25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.</p>
<p>Dalam perjalanan, baru saya terpikir untuk bertanya statusnya. Anak yatim kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidiknya? Terus terang saya katakan, saya beli kuenya bukan lagi atas dasar kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjanya suatu penghormatan. Sesungguhnya saya kagum dengan sikap anak itu. Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.  <font color="navy" face="Arial" size="2"><span style="font-size:10pt;color:navy;font-family:Arial;"></span></font></p>
<p>mudah mudahan semua anak anak indonesia yad bermental seperti ini.</p>
<p>salam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchiek.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchiek.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchiek.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchiek.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchiek.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchiek.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchiek.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchiek.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchiek.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchiek.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchiek.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchiek.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchiek.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchiek.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchiek.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchiek.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=9&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/13/harga-sebuah-kue-harga-sebuah-integritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ae75a2044345309bdf2504674ef6826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchiek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa, Ajang untuk Melatih Disiplin Waktu</title>
		<link>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/05/puasa-ajang-untuk-melatih-disiplin-waktu/</link>
		<comments>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/05/puasa-ajang-untuk-melatih-disiplin-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2007 02:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nchiek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keimanan kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchiek.wordpress.com/2007/10/05/puasa-ajang-untuk-melatih-disiplin-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Puasa, Ajang untuk Melatih Disiplin Waktu Oleh KUSMAYANTO KADIMAN Dalam salah satu khotbahnya, sebagaimana diceritakan Salman Al-Farisi, Rasulullah saw. berkata, ”Dan ia (Ramadan) adalah bulan yang awalnya merupakan rahmat, pertengahannya merupakan ampunan, dan akhirnya sebagai pembebas dari api neraka.&#8221; (H.R. Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah). Dari perjalanan hidup kita, baik yang langsung kita alami maupun dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=4&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><font face="Times New Roman"><font size="5">Puasa, Ajang untuk Melatih Disiplin Waktu<br />
</font><font size="1">Oleh KUSMAYANTO KADIMAN</font></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><font size="5">            </font></font><font face="Times New Roman">Dalam salah satu khotbahnya, sebagaimana diceritakan Salman Al-Farisi,             Rasulullah saw. berkata, ”Dan ia (Ramadan) adalah bulan yang awalnya merupakan             rahmat, pertengahannya merupakan ampunan, dan akhirnya sebagai pembebas dari api             neraka.&#8221; (H.R. Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Dari perjalanan hidup kita, baik yang langsung kita alami maupun dari menengok apa yang             terjadi di sekitar kita, kita akan temui betapa besarnya kerugian yang kita alami sebagai             insan, keluarga, kelompok, organisasi, perusahaan sampai kantor pemerintahan hanya karena             kita tidak istikamah dalam memegang amanah tentang waktu (<em>waqt </em>dalam bahasa Arab             atau <em>time </em>dalam bahasa Inggris). Waktu ini memegang peran penting dalam hidup kita             di alam sementara atau di dunia ini. Alquran dalam beberapa ayat menyebut tentang waktu             dalam berbagai kata atau wujud, misalnya <em>Al Ashr </em>dan <em>Lailatul Qadr</em>. Bahkan,             meninggal atau mati yang tidak lain adalah dimensi waktu dijadikan misteri milik Allah.             Paling sedikit tiga dari <em>Asmaa ul Husnaa </em>(99 sifat istimewa Allah) terkait langsung             dengan waktu yaitu <em>Ya Mumiitu </em>(Maha Mematikan), <em>Ya Awwal, </em>dan <em>Ya Aakhir. </em>Dalam             ilmu fisika, waktu bersama ruang merupakan besaran yang paling fundamental yaitu tidak ada             besaran lain yang ikut menentukan keduanya. Beda dengan energi, gaya dan kecepatan di mana             besarannya ikut ditentukan oleh waktu dan ruang. Dalam pepatah kuno berbahasa Inggris,             kita kenal <em>time is money</em>. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Kelima rukun Islam menekankan pentingnya disiplin waktu. Dalam hal waktu, puasa             memiliki sifat unik bila dibandingkan dengan keempat rukun Islam yang lain. Dalam dua             kalimat syahadat, zakat, dan haji, waktu memang disebut namun tidak definitif. Dalam             ibadah salat, waktu sangat ditekankan yaitu lakukanlah salat segera setelah tiba waktunya             yang ditandai dengan azan, panggilan salat. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Dalam ibadah saum, kita diingatkan akan tiga rukun puasa yaitu niat, imsak, dan zaman             (atau waktu). Niat yang kita yakini betul sebagai motivator dalam kita melaksanakan             kegiatan, termasuk ibadah saum. &#8220;Aku berniat berpuasa besok hari, melaksanakan fardu             Ramadan tahun ini sebagai kewajibanku tahun ini dan semata-mata karena Allah.&#8221; Dalam             lafal niat ini ditekankan betul pentingnya berniat malam hari. Ini langkah latihan             disiplin tingkat awal, yaitu meniatkan saum semalam sebelumnya. Kemudian imsak atau mulai             menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam             matahari. Allah berfirman, &#8220;&#8230; makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari             benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam.&#8221;             (Al Baqarah 2:187). </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Rukun yang terakhir adalah zaman atau waktu. Hadis Rasulullah berikut memberi             penjelasan tentang waktu. Dari Ibnu Umar, katanya, ”Saya telah mendengar Nabi             bersabda apabila malam datang dan siang lenyap dan waktu berbuka bagi orang yang             berpuasa.&#8221; (H.R. Bukhari-Muslim). Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah bersabda agar             dalam menjemput imsak, kita mesti mengikutinya sampai tiba saatnya waktu imsak. Sementara             untuk berbuka puasa, kita dianjurkan melakukannya segera setelah terdengar azan Magrib.             Ini yang membuat disiplin waktu dalam menjalankan ibadah puasa berbeda dengan ibadah             salat. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Puasa yang merupakan latihan efektif untuk kita berlatih disiplin waktu ini mendapat             perhatian khusus dari Allah SWT. Puasa dijadikan begitu istimewa seperti difirmankan Allah             Sang Maha Mengetahui melalui hadis yang dituturkan Rasulullah saw., yaitu, &#8220;Segala             amal ibadah anak Adam adalah miliknya kecuali puasa. Ia adalah untuk-Ku dan Aku sendiri             yang akan memberikan pahalanya.&#8221; (H.R. Bukhari). </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Jika ibadah sesuai dengan rukun Islam memiliki ukuran fisik melalui gerakan dan ucapan             yang bisa diukur oleh manusia kualitasnya, ibadah puasa lebih dari sekadar fisik. Ada             ukuran kualitas yang kuantifikasinya sepenuhnya ada pada Allah SWT, seperti digambarkan             hadis tersebut. Dalam beberapa hadis memang ada upaya untuk menjelaskan betapa penting dan             istimewanya puasa di bulan Ramadan ini. Misalnya, setiap ibadah atau perbuatan baik yang             dilakukan di bulan suci ini mendapat pahala berlipat. Bahkan, ada ulama dan guru-guru             agama yang mencoba menguantifikasi pahala yang tentu semua ini mengacu pada ayat dalam             surat <em>Lailatul Qadr </em>yang mengatakan bahwa bulan Ramadan ini lebih baik dari seribu             bulan. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Keberhasilan dalam berdisiplin memenuhi rukun puasa, khususnya waktu ini membuat Muslim             dan Muslimah yang menjalankan ibadah saum berbahagia. Ada hadis yang menggambarkan             kegembiraan tersebut, yaitu, &#8220;Orang yang berpuasa itu mempunyai dua macam             kegembiraan, yang satu ialah ketika berbuka dan yang satu lagi ketika ia bertemu dengan             Tuhannya.&#8221; (H.R. Bukhari-Muslim).</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Dengan kepatuhan kita menjalankan puasa yang bukan sekadar menahan lapar dan haus,             insya Allah menjadikan kualitas hidup kita lebih baik. Tidak ada lagi pemborosan waktu.             Tidak ada lagi terlambat datang ke sekolah. Tidak ada lagi dosen terlambat mengumumkan             hasil ujian. Tidak ada lagi istilah terlambat masuk kerja. Tidak ada lagi keterlambatan             memberi layanan terbaik sesuai dengan amanah yang kita emban. Bulan Syawal menjadi bulan             baru dengan disiplin waktu yang lebih baik. Namun demikian, kita semua adalah manusia yang             tidak sempurna dan yang mudah lupa akan hal-hal baik yang telah kita pelajari. Itu             sebabnya puasa sunah menjadi amanah kita yang selain untuk mengabdi dan membuat Allah SWT             lebih menyayangi kita, juga sebagai ajang kita terus melatih disiplin waktu. <em>To learn </em>dan             <em>to relearn </em>menjadi kebiasaan yang kita terus upayakan dan sempurnakan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Umat Islam tidak lupa di hari akhir pada bulan suci Ramadan selain melafalkan hamdallah             telah dapat menunaikan ibadah saum sebulan penuh, sering dan sama-sama memanjatkan doa,             &#8220;Ya Allah, izinkan kami bertemu Ramadan sekali lagi. Amin.&#8221; *** </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman"><em>Penulis, Menteri Negara Riset dan Teknologi tulisan beliau pada.harian PR tanggal 29/9/07 </em></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchiek.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchiek.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchiek.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchiek.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchiek.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchiek.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchiek.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchiek.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchiek.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchiek.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchiek.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchiek.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchiek.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchiek.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchiek.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchiek.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=4&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/05/puasa-ajang-untuk-melatih-disiplin-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ae75a2044345309bdf2504674ef6826?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nchiek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya .. bank di Swiss kena juga !!</title>
		<link>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/02/akhirnya-bank-di-swiss-kena-juga/</link>
		<comments>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/02/akhirnya-bank-di-swiss-kena-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2007 13:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erander</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perbankan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nchiek.wordpress.com/2007/10/02/akhirnya-bank-di-swiss-kena-juga/</guid>
		<description><![CDATA[Korban krisis subprime mortgage di AS terus berjatuhan. Raksasa perbankan asal Swiss, UBS, kemarin (1/10) menjadi korban terakhir krisis tersebut. Investasi berisiko tinggi di kredit perumahan AS menyebabkan bank tersebut menelan rugi lebih dari USD 3 miliar (sekitar Rp 27 triliun). Dikenal sebagai salah satu bank paling konservatif di dunia, UBS kemarin juga mengumumkan pergantian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=3&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Korban krisis subprime mortgage di AS terus berjatuhan. Raksasa perbankan asal Swiss, UBS, kemarin (1/10) <a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=306307">menjadi korban terakhir krisis tersebut</a>. Investasi berisiko tinggi di kredit perumahan AS menyebabkan bank tersebut menelan rugi lebih dari USD 3 miliar (sekitar Rp 27 triliun). </p>
<p>Dikenal sebagai salah satu bank paling konservatif di dunia, UBS kemarin juga mengumumkan pergantian manajemen serta rencana mem-PHK 1.500 karyawan. Hal itu memicu ketakutan bahwa krisis di AS akan berdampak lebih luas pada perekonomian global. </p>
<p>UBS menyatakan total aset yang dihapustagihkan sekitar 4 miliar franc Swiss atau sekitar USD 3,4 miliar (sekitar Rp 30,6 triliun. Sebagian berasal dari hedge fund Dillon Read Capital yang tutup awal tahun ini. </p>
<p>Hapus tagih itu akan menyebabkan UBS rugi sebelum pajak (rugi kotor) sekitar 600 juta-800 juta franc Swiss (sekitar Rp 4,5 triliun-Rp 6 triliun) pada triwulan III tahun ini. Hal itu merupakan rugi triwulanan yang pertama dialami selama hampir satu dekade.</p>
<p>Chief Executive UBS Marcel Rohner optimistis, meski kinerja triwulan III memburuk, UBS bisa meraih untung dan modalnya kembali menguat akhir tahun ini. Dia juga akan menggantikan Huw Jenkins, kepala investasi perbankan, yang mengundurkan diri. Chief Financial Officer (CFO) Clive Standish akan lengser dan digantikan Marco Suter, yang kini menjabat executive vice chairman. </p>
<p>Analis dan pelaku pasar terkejut atas kerugian besar UBS. &#8220;Kondisinya ternyata jauh lebih buruk daripada perkiraan,&#8221; ujar Zuercher Kantonal, analis bank. &#8220;Meskipun krisis sudah berlalu, tidak ada yang memperkirakan kerugiannya sebesar itu.&#8221;</p>
<p>Saham UBS turun hampir empat persen, tetapi lantas rebound di 61,60 franc Swiss (USD 52,95) dalam perdagangan di Bursa Efek Zurich.(AFP/AP/erm) </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nchiek.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nchiek.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nchiek.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nchiek.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nchiek.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nchiek.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nchiek.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nchiek.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nchiek.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nchiek.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nchiek.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nchiek.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nchiek.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nchiek.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nchiek.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nchiek.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nchiek.wordpress.com&amp;blog=1824191&amp;post=3&amp;subd=nchiek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nchiek.wordpress.com/2007/10/02/akhirnya-bank-di-swiss-kena-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f0fdd57b50d856967326beeea177e06?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erander</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
