• Kumaha kabar na?

    Saya seorang ibu rumah tangga yang juga berkarir dengan anak2 yang sudah besar2 dan manis2 seperti ibunya heheh :D disini saya ingin berbagi pengalaman baik dalam berumah tangga, berkarir dan bergaul. Semoga tulisan2 saya bermanfaat.
  • Catatan Enchi

    Kolom ini saya rencanakan untuk menulis catatan kecil yang sayang kalau dilewatkan begitu saja.
  • Kata Bijak

    "Anda bisa membodohi semua orang selama beberapa saat dan beberapa orang selamanya. Tetapi anda tidak bisa membodohi semua orang selamanya" Abraham Lincoln.
  • Tulisan abdi

  • Disclamer

    Opini yang ditulis dalam blog ini adalah semata-mata opini pribadi saya dan tidak mewakili sikap atau pendapat organisasi atau institusi atau perusahaan yang berkaitan dengan saya langsung maupun tidak langsung. Saya tidak bertanggung jawab atas komentar, trackback dan pingback yang ditulis oleh pihak lain selain saya. Seluruh komentar, trackback dan pingback adalah tanggung jawab masing-masing pemiliknya. Saya akan memberikan informasi yang ada tentang penulis komentar, trackback dan pingback jika diminta secara hukum. Tulisan saya bisa memuat kutipan dari sumber lain. Saya tidak bertanggung jawab atas isi dari kutipan maupun tulisan yang saya kutip secara keseluruhan. Kutipan adalah milik dari pemiliknya masing-masing, dan digunakan dalam blog ini demi kemudahan pembacanya
  • Yang menyampah

Akhirnya .. bank di Swiss kena juga !!

Korban krisis subprime mortgage di AS terus berjatuhan. Raksasa perbankan asal Swiss, UBS, kemarin (1/10) menjadi korban terakhir krisis tersebut. Investasi berisiko tinggi di kredit perumahan AS menyebabkan bank tersebut menelan rugi lebih dari USD 3 miliar (sekitar Rp 27 triliun).

Dikenal sebagai salah satu bank paling konservatif di dunia, UBS kemarin juga mengumumkan pergantian manajemen serta rencana mem-PHK 1.500 karyawan. Hal itu memicu ketakutan bahwa krisis di AS akan berdampak lebih luas pada perekonomian global.

UBS menyatakan total aset yang dihapustagihkan sekitar 4 miliar franc Swiss atau sekitar USD 3,4 miliar (sekitar Rp 30,6 triliun. Sebagian berasal dari hedge fund Dillon Read Capital yang tutup awal tahun ini.

Hapus tagih itu akan menyebabkan UBS rugi sebelum pajak (rugi kotor) sekitar 600 juta-800 juta franc Swiss (sekitar Rp 4,5 triliun-Rp 6 triliun) pada triwulan III tahun ini. Hal itu merupakan rugi triwulanan yang pertama dialami selama hampir satu dekade.

Chief Executive UBS Marcel Rohner optimistis, meski kinerja triwulan III memburuk, UBS bisa meraih untung dan modalnya kembali menguat akhir tahun ini. Dia juga akan menggantikan Huw Jenkins, kepala investasi perbankan, yang mengundurkan diri. Chief Financial Officer (CFO) Clive Standish akan lengser dan digantikan Marco Suter, yang kini menjabat executive vice chairman.

Analis dan pelaku pasar terkejut atas kerugian besar UBS. “Kondisinya ternyata jauh lebih buruk daripada perkiraan,” ujar Zuercher Kantonal, analis bank. “Meskipun krisis sudah berlalu, tidak ada yang memperkirakan kerugiannya sebesar itu.”

Saham UBS turun hampir empat persen, tetapi lantas rebound di 61,60 franc Swiss (USD 52,95) dalam perdagangan di Bursa Efek Zurich.(AFP/AP/erm)

4 Tanggapan

  1. Wah .. ternyata bank yang konservatif aja bisa terkena imbas krisis subprime mortgage ya? apalagi kalo banknya ga dikelola dengan baik dan bener .. gimana tuh.

    makanya mas eby, kalo kerja kita harus patuh, jujur, rajin, semangat tinggi, punya kemauan dan kemampuan, jangan asal kerja iya kan??? he he he he kebanyakan makan teori ya? :(

  2. parmiosssssssssss, numpang mampir tantee

    wass

    ras, gmana seh cuma mampir doang, kasih komentar dong neng, biasanya juga kan bawel??

  3. saya juga permioss..tante…numpang lewat…eri siqazev tea

    ini lagi sikasep tea, malah cuman numpang lewat, biasa juga komplen mlulu eh ini lewat doang ahkkk….!

  4. Sawiosssss……..damannnnng kitu!…punten abdi ngiring ngalangkung…..

Tinggalkan Balasan